Melati Ceria

Yayasan Pendidikan Melati Ceria

Recent Posts

Seminar Internasional Pendidikan oleh Yayasan Pendidikan Melati Ceria

14 komentar

SEMINAR INTERNASIONAL PENDIDIKAN

Tema :
MEMBANGUN MEDIA PEMBELAJARAN BAGI ANAK DISGRAFIA 
(HAMBATAN MENULIS PERMULAAN)

Tanggal Pelaksanaan : Selasa, 17 November 2015

Tempat : GPU Tambun Bungai, Jl. Ahmad Yani Palangka Raya

Narasumber dari Universitas Kebangsaan Malaysia
  •     Prof. Madya Dr. Moch. Hanafi
  •     Dr. Safani Bari
  •     Dr. Mochtar Tahar 

Drs. H. Hamsi Mansur, M.M.Pd sebagai Moderator (UNLAM).

PLB Masa Kini

12 komentar
image
Sumber gambar: www.ajefathoni.com

Pendidikan Luar Biasa?

Ada yang tau nggak sih maksud dari pendidikan luar biasa? Kalau nggak tau ke SINI dulu deh.

Oke, bagaimana? Sudah dapat pencerahan bukan? Di awal sebelum kalian membaca mungkin kalian akan berpikir bahwa PLB itu merukan suatu hal yang asing, dan berbau dengan guru SLB. Mungkin juga ada yang bertanya "Kok mau banget sih jadi guru SLB?" dan pertanyaan sejenis yang lainnya.

Bagi kalian yang ingin tahu bagaimana istilah yang digunakan dan juga subjek sasaran PLB dari dulu hingga sekarang, saya anjurin untuk membaca lebih lanjut postingan dibawah ini. Cek Dis Aut!!!

Ortopedagogik
Merupakan istilah awal yang digunakan. Subjek sasarannya adalah:
Anak yang memiliki kekurangan dalam segi fisik, intelektual, emosi, sosial atau gabungan dari semua sedemikian rupa. Sehingga membutuhkan layanan pendidikan Khusus.

Pendidikan Luar Biasa (Exceptional Education)
Merupakan istilah lanjutan yang digunakan setelah Ortopedagogik. Subjek sasarannya adalah:
Anak yang memiliki kekurangan dalam segi fisik, intelektual, emosi, sosial atau gabungan dari semua sedemikian rupa serta yang memiliki kecerdasan diatas rata-rata. Sehingga membutuhkan layanan pendidikan khusus.

Pendidikan Khusus (Special Education)
Merupakan istilah lanjutan yang digunakan setelah PLB. Kembali lagi ke SINI

Pendidikan Berkebutuhan Khusus (Special Needs Education)
Merupakan istilah yang digunakan umum di masa kini. Subjek sasarannya adalah:
Anak yang memiliki permasalah ke-ABKan baik yang temporer maupun permanen.Sehingga membutuhkan layanan pendidikan khusus.

Sumber : LiB

ABK itu apa sih?

7 komentar
image
Sumber gambar: www.ajefathoni.com

ABK?

Apasih yang kamu pikirkan ketika kamu mendengar atau pun membaca kata tersebut?
Anak Buah Kapal?

Ya nggak sepenuhnya salah. Namun, pengertian yang sebenarnya adalah Anak Berkebutuhan Khusus.

Seperti yang saya ketik diatas, hingga sekarang masih banyak orang yang belum mengenal bagaimana sebenarnya ABK itu. Baik dari pengertiannya, macam-macamnya, jenis pendidikan yang terkait. Maka dari itu kali ini saya mau sharing ke kalian tentang ABK. Yang mana kebetulan saya adalah salah satu calon guru/ pengajar yang akan menangani ABK nantinya.

Langsung aja yu. Dari pada otak kamu udah panas karna mumet. Cek Dis Aut!
Pengertian
Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) adalah anak yang memiliki kelainan, baik dibawah maupun diatas rata-rata. Sehingga membutuhkan layanan pendidikan khusus.

Macam-macam
Jenis Anak Berkebutuhan Khusus:
1. Tunanetra
2. Tunarungu/ Tunawicara
3. Tunadaksa (Cerebral Palsy)
4. Tunagrahita
5. Autis
6. Down Syndrome
7. Cerdas Istimewa Bakat Istimewa (CIBI)
8. ABK Temporer (Karena keadaan)

Jenis Pendidikan 
Pedagogik
Terdiri dari kata paeda yang berarti anak dan agogos/ agogik yang berarti pendidikan. Yang mana dimaksud Pedagogik adalah jenis pendidikan pada umumnya.

Ortopedagogik
Terdiri dari kata orthos yang berarti sehat/ lurus/ baik, paeda yang berarti anak dan agogos/ agogik yang berarti pendidikan. Yang mana artinya adalah suatu jenis pendidikan untuk meluruskan atau memperbaiki kekurangan anak. Ortopedagogik adalah istilah lama bagi Pendidikan Luar Biasa yang sekarang disebut pendidikan berkebutuhan khusus.

Andragogik
Terdiri dari kata andra yang berarti orang dewasa dan agogos/ agogik yang berarti pendidikan. Yang mana artinya adalah suatu jenis pendidikan untuk orang dewasa atau lanjut usia. Contohnya pendidikan yang diberikan di Panti Jompo.

Selengkapnya tentang ABK --> Klik DISINI

Mau tau nggak sih penyebab dan cara pencegahan munculnya ke-ABKan? --> Download MATERI INI

Untuk lebih mengenal ABK, ada videonya nih

video

Sumber: LiB

Pendidikan Inklusif Masa Kini

5 komentar
PENDIDIKAN INKLUSIF



Oleh: Lilis Lismaya, S. Pd., M. Si.
Pemerhati Pendidikan Inklusif Kalteng

APAKAH PENDIDIKAN INKLUSIF ITU?
Pertanyaan itu sering penulis terima sejak tahun 2008 sampai dengan sekarang. Masyarakat sudah sering melihat dan mendengar tentang slogan-slogan pendidikan inklusif baik di televisi maupun di surat kabar. Penulis sudah menjawabnya secara individu-individu. Namun mengapa masih ada sampai sekarang pertanyaan-pertanyaan sekitar pendidikan inklusif?

Baiklah sekarang penulis ingin menjelaskan kepada khalayak masyarakat Kalimantan Tengah tentang pendidikan Inklusif. Apa dan Bagaimana pendidikan inklusif itu dipahami. Semoga masyarakat dapat memahaminya, tetapi kalau ingin lebih dalam lagi silakan tuangkan pertanyaan Anda via sms, maka akan penulis jawab pada muatan selanjutnya.

APA DAN BAGAIMANA PENDIDIKAN INKLUSIF ITU?

Hakekat pendidikan adalah memanusiakan manusia, mengembangkan potensi dasar peserta didik agar berani dan mampu menghadapi problema yang dihadapi tanpa rasa tertekan, mampu, dan senang meningkatkan fitrahnya sebagai khalifah di muka bumi.

Setiap orang tua mengharapkan anaknya terlahir dalam kondisi yang normal secara fisik, mental, ekonomi, sosbud, geografis. Namun dalam kenyataan tidak demikian karena terdapat anak dengan kondisi yang beragam, sehingga mempengaruhi kemampuan mereka untuk mengikuti pendidikan secara normal.

Pendidikan inklusif tidaklah sekedar menempatkan siswa berkelainan secara fisik dalam kelas/sekolah reguler dan bukan pula sekedar memasukkan ABK sebanyak mungkin dalam lingkungan belajar siswa normal.

Lebih dari itu, pendidikan inklusif juga berkaitan dengan cara guru dan teman sekelas yang normal menyambut semua siswa dalam kelas dan secara langsung mengenali nilai-nilai keanekaragaman siswa. Artinya, keberadaan anak di sekolah inklusi akan membentuk nilai-nilai saling menghargai dan menyayangi, pada akhirnya membentuk pribadi dan watak yang berakhlak mulia, dan melalui Pendidikan Inklusif secara tidak langsung akan terbentuk pendidikan karakter bangsa.

Permendiknas nomor 70 tahun 2009 yang isinya memberikan kesempatan dan peluang kepada anak berkebutuhan khusus untuk memperoleh pendidikan di sekolah reguler, yang disebut dengan “Pendidikan Inklusif”.

Pendidikan Inklusif adalah Sistem layanan pendidikan khusus yang mempersyaratkan agar semua anak difabel (berkebutuhan khusus) dilayani di sekolah-sekolah terdekat di kelas biasa (sekolah reguler) bersama teman-teman seusianya” (Sapon-Shevin).

Pendidikan Inklusif tidak dapat dipisahkan dengan pendidikan untuk siswa ABK. Namun Pendidikan Inklusif ≠ pendidikan untuk siswa berkelainan (penyandang cacat) di sekolah reguler

Pendidikan Inklusif ditujukan untuk merangkul semua anak, terutama anak-anak yang selama ini terpinggirkan (ditolak) di sekolah reguler; salah satunya ABK (Anak Berkebutuhan Khusus).

SIAPAKAH ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS ?

Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) adalah semua anak yang mempunyai hambatan dalam belajar dan perkembangan. Pendidikan Khusus (PK) diperuntukkan Anak difabel dan Anak Gifted/talented.

Pendidikan Layanan Khusus (PLK) : Anak dari keluarga miskin/ gelandangan; Anak korban perang/ bencana; Anak dari etnis minoritas, Anak yang sakit HIV/AIDS; atau kombinasi dari keduanya.

MENGAPA PENDIDIKAN INKLUSIF?

1. Pendidikan merupakan hak dasar.
2. Persamaan hak (equality); nondiscrimination.
3. Masih banyak anak yang belum mendapat akses pendidikan.

KONSEP DASAR INKLUSI

1. Setiap anak mempunyai hak mendasar untuk memperoleh pendidikan, dan harus diberi kesempatan  untuk mencapai serta mempertahankan tingkat pengetahuan yang wajar;

2. Setiap anak mempunyai karakteristik, minat, kemampuan dan kebutuhan belajar yang berbeda-beda;

3. Sistim pendidikan seyogyanya dirancang dan program pendidikan dilaksanakan dengan memperhatikan keanekaragaman karakteristik dan kebutuhan tersebut ;

4. Mereka yang menyandang kebutuhan pendidikan khusus harus memperoleh akses ke sekolah reguler yang harus mengakomodasi mereka dalam rangka pedagogi yang berpusat pada diri anak yang dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut;

5. Sekolah reguler dengan orientasi tersebut merupakan alat yang paling efektif untuk memerangi sikap diskriminasi, menciptakan masyarakat yang ramah, membangun masyarakat yang inklusif dan mencapai pendidikan bagi semua.

Dukungan Dinas Pendidikan
Peran Disdik Propinsi/Kabupaten/Kota

1. Menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan kemandirian Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) melalui pendidikan ketrampilan hidup (lifeskill) yang terintergrasi dalam penyelenggaraan pendidikan khusus dan pendidikan layanan khusus

2. Mewujudkan sarana dan prasarana sekolah yang dapat diakses oleh anak-anak berkebutuhan khusus dengan menerapkan standar sarana dan prasarana yang ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan.

3. Konsisten mengimplementasikan program pendidikan inklusif sebagaimana amanat Permendiknas No. 70 tahun 2009 tentang penyelenggaraan pendidikan inklusif bagi peserta didik yang memiliki kelainan dan/atau memiliki kecerdasan dan/atau bakat istimewa.

4. Menumbuhkan kerjasama yang kuat antara pemerintah, sekolah, masyarakat dan LSM yang diharapkan menjadi solusi alternatif dalam pemenuhan hak belajar 9 tahun terwujud secara cepat dan tepat.

5. Bersama Dinas Terkait menyelenggarakan penataran atau workshop yang berkelanjutan kepada:

• Guru dan staf di sekolah yang berkolaborasi
• Guru Pembimbing Khusus
• Guru Sekolah Khusus/ Luar Biasa
• Orangtua dan keluarga anak berkebutuhan khusus
• Para profesional lain yang bekerja dengan anak berkebutuhan khusus

Halal Bihalal Pengurus dan Para Guru YPMC

1 komentar

Selamat malam pembaca setia situs Melati Ceria (dot) OR (dot) ID

Perkenalkan saya penulis baru di situs Melati Ceria. Nama saya Zaky. Kebetulan saya sudah menginjak semester akhir di sebuah Universitas di Jogja. Sehingga, punya banyak waktu luang untuk sekedar memberikan tulisan saya di situs ini.

Hari ini tanggal 10 Agustus 2014, Sekolah Khusus Melati Ceria secara resmi berganti lokasi, alamatnya di Jalan Bakti No. 5 RT 03 RW IV, Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut, Palangkaraya atau bisa juga anda lihat di header situs ini. Sore tadi, sekitar habis ashar jam 15.00 WIB, guru- guru beserta pengurus Yayasan Pendidikan Melati Ceria mengadakan syukuran sekaligus halal bihalal sehabis masa lebaran. Lokasi baru ini terasa lebih luas dari yang lama. Setelah sekian tahun penulis juga ikut menjaga bangunan sebelumnya yang berlokasi di depan rumah, penulis menganggap tempat baru ini cukup mendukung untuk bisa disebut sebuah sekolah TK.


Sehabis acara makan -  makan, pengurus dan para guru mengadakan pertemuan untuk membahas kelanjutan TK Khusus Melati Ceria di tempat baru ini.


Sekian dulu tulisan pertama saya untuk Melati Ceria, apabila anda punya pertanyaan atau menemukan artikel yang cocok untuk saya sadur, silahkan kirim pesan ke Melati Ceria di kolom kanan atau bisa juga kirim ke email saya zacky.ghozali@gmail.com

Terima kasih, selamat beristirahat..