Akhirnya Ada Renovasi Juga !

Tidak ada komentar
Artikel
Ditulis oleh NFF   

Melati Ceria sejak awal 2003, menyewa tempat di Jalan Rangas No. 27 Rt. 01 Rw. II Kelurahan Panarung Palangka Raya (dulunya Jalan Rangas I No. 5, sebelum ada perubahan nomor rumah -red). Sejak berdirinya jumlah peserta didik semakin bertambah (dari awalnya hanya 8 menjadi 15 orang), sedangkan tempat yang disewa tidak mengalami banyak renovasi karena keterbatasan dana. Renovasi yang terakhir dilakukan atas sumbangan dari orang tua, karena sedikitnya ruang belajar dengan semakin bertambahnya peserta didik yang ditangani. Renovasi ini meliputi pelebaran sayap rumah, dengan menambah 4 ruangan (4 ruang belajar individu ber-AC).

Hingga pertengahan tahun 2009 setiap bulan anak yang aktif ditangani berkisar 50-60 orang dengan jumlah guru/terapis 20 orang. Banyaknya murid yang ditangani dibandingkan dengan jumlah ruangan serta guru yang menangani sangat tidak sebanding (setiap anak ditangani one-on-one dalam belajar individu, satu anak ditangani satu guru -red).
Kemudian datanglah bantuan Subsidi Biaya Pengadaan Sarana Pendukung Pendidikan dari Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB) melalui Pusat Pemeliharaan Peningkatan dan Penanggulangan Intelegensia Kesehatan (Pusat P3IK) dari Departemen Kesehatan RI pada bulan Agustus 2009. Bantuan ini kemudian digunakan untuk Pengadaan Alat Pembelajaran dalam Ruangan, Pengadaan Alat bermain di luar Ruangan, Pemberian Tambahan Kesejahteraan Guru/terapis dan TU, Pembayaran Pajak (PPn dan PPh), Biaya Administrasi Pelaporan, dan Perbaikan Ruang Kelas transisi dan Ruang Sensori Integrasi.

Hasil Renovasi Dana SIKIB

Perbaikan Ruang Kelas transisi dan Ruang Sensori Integrasi ini dilakukan mulai pertengahan bulan September hingga rampung pada bulan Desember 2009. Pemilihan ruanganini untuk diperbaiki adalah karena diantara sarana/peralatan yang ada, ruang kelas transisi dan ruang sensori integrasi adalah yang memiliki kondisi yang paling memprihatinkan. Lantai ruangan ini masih berupa lantai plester semen, bagian dinding retak-retak dan kayu penyangganya lapuk dimakan rayap. Kondisi seperti ini buruk bagi kesehatan peserta didik dan guru/terapis, terutama di musim pancaroba dan musim hujan.

Perbaikan dilakukan pada dinding dan pengubinan lantai ruang sensori integrasi dan pembangunan ruang baru (untuk kelas transisi) dilantai dua ruang sensori tersebut. Pembangunan dilakukan dengan mengutamakan faktor kenyamanan dan keamanan bagi peserta didik, sehingga sebelum pembangunan dilakukan desain bangunan secara terinci. Penggunaan pagar disekitar tangga di lantai dua merupakan salah satu aspek yang dirasa penting bagi keamanan peserta didik. Selain itu penggunaan balok kaca dilakukan agar membuat pencahayaan yang cukup bagi ruangan tanpa terlalu sering menggunakan lampu (lampu diharapkan hanya digunakan saat hari hujan/mendung).

Dengan adanya ruangan baru ini diharapkan proses belajar mengajar dan bermain bagi para peserta didik menjadi lebih lancar dan menyenangkan. Semoga kedepannya Melati Ceria dapat terus maju dalam mencetak generasi muda yang berguna bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Terima Kasih telah berkunjung. Silahkan isi kotak komentar yang telah disediakan.